David Benavidez merupakan salah satu petinju paling bersinar di kelas super middleweight saat ini. Lahir dengan nama lengkap Anthony David Benavidez pada 17 Desember 1996 di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat, ia dikenal memiliki gaya bertarung agresif, volume pukulan tinggi, dan kekuatan luar biasa yang menjadikannya ancaman serius di divisinya.
Awal Kehidupan dan Latar Belakang Keluarga
David Benavidez berasal dari keluarga yang sangat dekat dengan dunia tinju. Ayahnya, Jose Benavidez Sr., adalah pelatih tinju profesional yang melatihnya sejak kecil. Kakaknya, Jose Benavidez Jr., juga merupakan petinju profesional yang pernah menantang gelar dunia di kelas welterweight. Lingkungan keluarga ini membuat David akrab dengan sarung tinju sejak usia dini.
Namun, masa remaja David tidak selalu mulus. Pada usia 15 tahun, berat badannya melonjak hingga sekitar 120 kg karena kebiasaan makan berlebihan dan kurang disiplin latihan. Kondisi ini sempat membuatnya kehilangan rasa percaya diri. Namun, dengan dukungan ayah dan kakaknya, ia kembali ke sasana dan berlatih keras untuk menurunkan berat badan serta mengasah teknik bertinju hingga akhirnya siap untuk debut profesional.
Karier Profesional dan Rekor
David Benavidez melakukan debut profesionalnya pada usia 16 tahun di Meksiko karena di Amerika Serikat ia belum memenuhi syarat umur minimum untuk bertarung secara profesional. Debutnya terjadi pada 17 Agustus 2013 melawan Erasmo Moreno, yang berakhir dengan kemenangan KO ronde pertama.
Sejak saat itu, kariernya melesat cepat. Dengan postur tinggi 188 cm dan jangkauan 189 cm, ia memiliki keunggulan fisik signifikan dibanding banyak lawan di kelas super middleweight. Gaya bertarungnya menggabungkan pukulan kombinasi cepat dengan tekanan konstan yang membuat lawan kesulitan bertahan.
| No. | Tanggal | Lawan | Kategori Berat | Hasil | Cara Kemenangan | Ronde |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 1 Feb 2025 | David Morrell Jr. | Light Heavyweight | Menang (UD) | Unanimous Decision | 12 ronde |
| 2 | 15 Jun 2024 | Oleksandr Gvozdyk | Light Heavyweight | Menang (UD) | Unanimous Decision | 12 ronde |
| 3 | 25 Nov 2023 | Demetrius Andrade | Super Middleweight | Menang (RTD) | Retirement | Ronde ke‑6 |
| 4 | 25 Mar 2023 | Caleb Plant | Super Middleweight | Menang (UD) | Unanimous Decision | 12 ronde |
| 5 | 21 Mei 2022 | David Lemieux | Super Middleweight | Menang (TKO) | Technical KO | Ronde ke‑3 |
| 6 | 13 Nov 2021 | Kyrone Davis | Super Middleweight | Menang (TKO) | Technical KO | Ronde ke‑7 |
| 7 | 13 Mar 2021 | Ronald Ellis | Super Middleweight | Menang (TKO) | Technical KO | Ronde ke‑11 |
| 8 | 15 Aug 2020 | Roamer Angulo | Super Middleweight | Menang (RTD) | Retirement | Ronde ke‑10 |
| 9 | 28 Sep 2019 | Anthony Dirrell | Super Middleweight | Menang (TKO) | Technical KO | Ronde ke‑9 |
| 10 | 16 Mar 2019 | J’Leon Love | Super Middleweight | Menang (TKO) | Technical KO | Ronde ke‑2 |
| 11 | 17 Feb 2018 | Ronald Gavril | Super Middleweight | Menang (UD) | Unanimous Decision | 12 ronde |
| 12 | 8 Sep 2017 | Ronald Gavril | Super Middleweight | Menang (SD) | Split Decision | 10 ronde |
| … | … | … | … | … | … | … |
| 30 | 17 Agu 2013 | Erasmo Mendoza | Light Heavyweight | Menang (KO) | Knockout | Ronde ke‑1 |
Menjadi Juara Dunia Termuda di Kelas Super Middleweight
Pada 8 September 2017, Benavidez mencatat sejarah dengan mengalahkan Ronald Gavril dalam perebutan gelar WBC Super Middleweight yang lowong. Saat itu, usianya baru 20 tahun, menjadikannya petinju termuda yang pernah merebut gelar dunia di kelas tersebut. Meski kemenangan itu didapat melalui keputusan split decision yang kontroversial, ia membuktikan kualitasnya pada rematch tahun berikutnya dengan mendominasi Gavril sepanjang 12 ronde dan menang mutlak.
Kontroversi dan Kehilangan Gelar
Karier cemerlang Benavidez sempat terhambat oleh masalah di luar ring. Pada tahun 2018, ia dinyatakan positif menggunakan kokain pada tes doping acak yang dilakukan WBC. Sebagai konsekuensinya, gelar WBC Super Middleweight miliknya dicabut, dan ia diskors selama beberapa bulan.
Benavidez mengakui kesalahannya dan menyatakan bahwa kejadian itu menjadi pelajaran besar dalam hidupnya. Ia bertekad untuk kembali dengan lebih kuat dan fokus membangun kembali reputasinya.
Comeback dan Dominasi di Divisi Super Middleweight
Setelah masa skorsing berakhir, Benavidez kembali ke ring dan menampilkan performa impresif. Pada September 2019, ia mengalahkan Anthony Dirrell melalui TKO ronde kesembilan dan merebut kembali gelar WBC Super Middleweight. Namun, gelar tersebut kembali dicabut pada 2020 karena ia gagal memenuhi berat badan saat pertarungan melawan Roamer Alexis Angulo. Meski menang TKO di ronde 10, gelar tersebut tetap dinyatakan kosong karena pelanggaran timbang badan.
Sejak saat itu, Benavidez terus aktif bertarung dan meraih kemenangan demi kemenangan dengan cara dominan, termasuk saat mengalahkan Kyrone Davis dan David Lemieux, menegaskan statusnya sebagai petinju elite.
Gaya Bertarung
David Benavidez dikenal dengan gaya agresif dan tekanan tinggi. Ia memiliki kemampuan mengeluarkan kombinasi pukulan cepat, akurat, dan bertenaga dalam volume besar tanpa kehabisan stamina, meskipun memiliki tubuh besar untuk divisinya. Kombinasi hook ke badan dan uppercut ke kepala menjadi senjata andalannya. Selain itu, ia memiliki pertahanan yang baik dengan blok tinggi dan permainan jarak yang efektif.
Ambisi Melawan Canelo Alvarez
Dalam beberapa tahun terakhir, nama Benavidez sering dikaitkan dengan pertarungan melawan Saul “Canelo” Alvarez, juara undisputed kelas super middleweight. Banyak pengamat dan fans menilai Benavidez adalah lawan terberat bagi Canelo karena gaya agresif dan fisiknya yang besar. Benavidez sendiri berulang kali menantang Canelo secara terbuka dan menyatakan bahwa pertarungan tersebut bukan hanya impiannya, tetapi juga impian para penggemar tinju.
Hingga pertengahan 2025 ini, negosiasi untuk pertarungan tersebut belum terwujud, namun tekanan publik semakin besar mengingat keduanya adalah dua nama teratas di divisi 168 lbs.
Warisan dan Masa Depan
David Benavidez masih berusia 28 tahun pada tahun 2025 ini, yang berarti masa emasnya belum berakhir. Dengan rekor profesional sekitar 28 kemenangan (24 KO) tanpa kekalahan (per pertengahan 2025), ia memiliki peluang besar untuk mencatatkan namanya sebagai salah satu petinju super middleweight terbaik sepanjang masa.
Di luar ring, Benavidez mulai lebih disiplin dalam menjaga gaya hidupnya setelah pengalaman pahit terkait doping dan kegagalan timbang badan. Ia juga kerap berbagi motivasi kepada anak-anak muda untuk tetap fokus dan menjauhi narkoba.
David Benavidez adalah contoh petinju muda berbakat yang berhasil bangkit dari kesalahan masa lalu untuk membangun karier gemilang. Dengan kekuatan, kecepatan, dan semangat pantang menyerah, ia menjadi ancaman nyata bagi siapa pun di divisi super middleweight. Fans tinju di seluruh dunia kini menantikan pertarungannya melawan Canelo Alvarez atau melangkah naik ke kelas light heavyweight demi menantang lawan-lawan baru dan menorehkan sejarah lebih besar dalam kariernya.
