Daniel Dubois merupakan salah satu petinju muda paling menakutkan yang pernah lahir dari Inggris dalam beberapa dekade terakhir. Lahir pada 6 September 1997 di Greenwich, London, Daniel Raphael Dubois dibesarkan dalam keluarga yang mendukung penuh bakat tinjunya sejak dini. Ayahnya, Dave Dubois, dikenal memiliki pandangan keras namun realistis, yang mendorong Daniel untuk menekuni tinju sejak kecil.
Sejak umur 9 tahun, Dubois sudah berlatih tinju di klub lokal. Ia mengidolakan petinju-petinju kelas berat legendaris seperti Mike Tyson dan Lennox Lewis, serta bertekad menjadi juara dunia di usia muda. Tubuhnya yang besar, tinggi 196 cm dengan jangkauan mencapai 198 cm, menjadikannya monster di kelas berat yang mengandalkan jab kuat dan pukulan kanan mematikan.
Karier Amatir
Dalam karier amatirnya, Dubois mencatat rekor impresif dengan memenangkan dua gelar nasional Inggris dan meraih medali perunggu di Kejuaraan Junior Eropa 2014. Meski begitu, ia memutuskan untuk tidak melanjutkan karier ke Olimpiade 2020 karena ingin segera menjadi profesional. Keputusan ini sempat menuai kritik, tetapi Dubois merasa waktu terbaiknya adalah saat masih muda, untuk menguasai divisi kelas berat dunia.
Debut Profesional dan Kemenangan Knockout Beruntun
Dubois melakukan debut profesionalnya pada 8 April 2017 melawan Marcus Kelly di Manchester Arena. Hasilnya sangat brutal – Kelly kalah KO dalam 35 detik pada ronde pertama. Sejak saat itu, Dubois dijuluki “Dynamite” karena hampir semua lawannya tumbang dalam hitungan menit.
Di bawah promotor Frank Warren, Dubois menjalani laga-laga melawan petinju domestik dan Eropa. Ia mencatatkan rekor kemenangan beruntun dengan KO, termasuk melawan petinju berpengalaman seperti Kevin Johnson dan Razvan Cojanu. Namun, pertarungan paling menentukan dalam awal kariernya adalah melawan Nathan Gorman pada Juli 2019 untuk gelar British heavyweight title.
Melawan Gorman, Dubois menunjukkan kelasnya. Ia menang KO di ronde kelima dengan jab keras yang meruntuhkan lawannya. Banyak pengamat tinju saat itu mulai menyandingkan Dubois dengan Anthony Joshua dan Tyson Fury sebagai generasi baru raja kelas berat Inggris. baca juga artikel lainnya Jai Opetaia: Raja Kelas Cruiserweight Asal Australia
Pertarungan Melawan Joe Joyce
Pada 28 November 2020, Dubois menghadapi tantangan terbesarnya melawan Joe Joyce, petinju berpengalaman dan mantan peraih medali perak Olimpiade. Dalam pertarungan itu, Dubois tampil agresif sejak awal, namun Joyce menggunakan pengalaman dan teknik jabnya untuk mengontrol jarak. Di ronde kesepuluh, pukulan Joyce tepat mengenai mata kiri Dubois yang sudah bengkak parah sejak ronde awal. Dokter menyatakan risiko kebutaan permanen jika pertarungan dilanjutkan.
Dubois akhirnya memutuskan untuk berlutut dan menerima hitungan wasit, memberikan kemenangan TKO kepada Joyce. Banyak kritik menghujani Dubois karena dinilai “menyerah” terlalu cepat, tetapi setelah diperiksa, ternyata tulang orbital matanya retak dan sarafnya hampir putus. Cedera ini membuatnya absen cukup lama dari ring tinju.
Comeback yang Mengguncang
Setelah masa pemulihan, Dubois kembali pada 5 Juni 2021 melawan Bogdan Dinu di Telford, Inggris. Ia membuktikan bahwa kekalahan dari Joyce tidak menghancurkan mentalnya. Dubois menang KO di ronde kedua dengan hook kanan telak, merebut gelar WBA interim heavyweight. Kemenangan itu menjadi pesan kepada para pengkritiknya bahwa ia masih menjadi ancaman di divisi kelas berat.
Dubois melanjutkan momentumnya dengan mengalahkan Joe Cusumano di Amerika Serikat pada Agustus 2021, juga dengan kemenangan KO di ronde pertama. Debut Amerika itu memperluas popularitasnya dan membuka peluang pertarungan gelar dunia melawan petinju top lain.
Melawan Trevor Bryan dan Perebutan Gelar
Pada 11 Juni 2022, Dubois melawan Trevor Bryan di Miami, Amerika Serikat, untuk memperebutkan gelar WBA regular heavyweight. Dubois tampil dominan sejak bel awal, dan pada ronde keempat ia melepaskan hook kiri keras yang membuat Bryan KO. Kemenangan itu menjadikannya salah satu juara kelas berat termuda asal Inggris pada usia 24 tahun.
Namun, status gelar “regular” ini membuatnya tetap berada di bawah bayang-bayang pemegang gelar utama WBA, yakni Oleksandr Usyk. Dubois menargetkan unifikasi dan ingin membuktikan bahwa dirinya layak disebut raja sejati kelas berat.
Pertarungan Melawan Oleksandr Usyk
Pada 26 Agustus 2023, Dubois menghadapi tantangan terbesar dalam kariernya: Oleksandr Usyk, juara dunia WBA Super, IBF, WBO, dan IBO. Pertarungan ini diadakan di Stadion Tarczynski Arena, Wroclaw, Polandia.
Dubois sempat memberikan kejutan di ronde kelima dengan pukulan ke badan Usyk yang membuat juara asal Ukraina itu terjatuh. Namun, wasit menyatakan pukulan tersebut ilegal (low blow), memicu kontroversi besar di kalangan penggemar tinju. Usyk pulih dan mengontrol sisa pertarungan, hingga akhirnya Dubois kalah KO di ronde kesembilan.
Meski kalah, Dubois mendapatkan respek besar karena keberaniannya menghadapi salah satu petinju pound-for-pound terbaik dunia. Banyak analis tinju menilai, dengan usianya yang masih muda dan kekuatan pukulan luar biasa, masa depan Dubois masih sangat panjang.
Rekor Profesional
| No. | Hasil | Rekor Saat Itu | Lawan | Cara Menang/Kalah | Ronde (Total) | Tanggal | Lokasi |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Win | 22–2 | Anthony Joshua | KO | 5 (12), 0:59 | 21 Sep 2024 | Wembley, London, England |
| 2 | Win | 21–2 | Filip Hrgović | TKO | 8 (12), 0:57 | 1 Jun 2024 | Riyadh, Saudi Arabia |
| 3 | Win | 20–2 | Jarrell Miller | TKO | 10 (10), 2:52 | 23 Des 2023 | Riyadh, Saudi Arabia |
| 4 | Loss | 19–2 | Oleksandr Usyk | KO | 9 (12), 1:48 | 26 Agu 2023 | Wrocław, Polandia |
| 5 | Win | 19–1 | Kevin Lerena | TKO | 3 (12), 3:00 | 3 Des 2022 | London, England |
| 6 | Win | 18–1 | Trevor Bryan | KO | 4 (12), 1:58 | 11 Jun 2022 | Miami, Florida, AS |
| 7 | Win | 17–1 | Joe Cusumano | TKO | 1 (10), 2:10 | 29 Agu 2021 | Cleveland, Ohio, AS |
| 8 | Win | 16–1 | Bogdan Dinu | KO | 2 (12), 0:31 | 5 Jun 2021 | Telford, England |
| 9 | Loss | 15–1 | Joe Joyce | KO | 10 (12), 0:36 | 28 Nov 2020 | London, England |
| 10 | Win | 15–0 | Ricardo Snijders | TKO | 2 (12), 0:20 | 29 Agu 2020 | London, England |
| 11 | Win | 14–0 | Kyotaro Fujimoto | KO | 2 (12), 2:10 | 21 Des 2019 | London, England |
| 12 | Win | 13–0 | Ebenezer Tetteh | TKO | 1 (12), 2:10 | 27 Sep 2019 | London, England |
| 13 | Win | 12–0 | Nathan Gorman | KO | 5 (12), 2:41 | 13 Jul 2019 | London, England |
| 14 | Win | 11–0 | Richard Lartey | KO | 4 (10), 1:50 | 27 Apr 2019 | London, England |
| 15 | Win | 10–0 | Răzvan Cojanu | KO | 2 (10), 2:48 | 8 Mar 2019 | London, England |
| 16 | Win | 9–0 | Kevin Johnson | PTS | 10 | 6 Okt 2018 | Leicester, England |
| 17 | Win | 8–0 | Tom Little | TKO | 5 (10), 0:58 | 23 Jun 2018 | London, England |
| 18 | Win | 7–0 | DL Jones | TKO | 3 (10), 2:23 | 24 Feb 2018 | London, England |
| 19 | Win | 6–0 | Dorian Darch | TKO | 2 (10), 0:51 | 9 Des 2017 | London, England |
| 20 | Win | 5–0 | AJ Carter | KO | 1 (10), 0:48 | 16 Sep 2017 | London, England |
| 21 | Win | 4–0 | Mauricio Barragan | KO | 2 (10), 1:41 | 8 Jul 2017 | London, England |
| 22 | Win | 3–0 | David Howe | KO | 1 (4), 0:40 | 20 Mei 2017 | London, England |
| 23 | Win | 2–0 | Blaise Mendouo | TKO | 2 (4), 0:48 | 22 Apr 2017 | Leicester, England |
| 24 | Win | 1–0 | Marcus Kelly | TKO | 1 (4), 0:35 | 8 Apr 2017 | Manchester, England |
Gaya Bertarung dan Keunggulan
Ciri khas Daniel Dubois adalah jab tangan kiri yang cepat dan keras, diikuti pukulan kanan yang mampu mengakhiri pertarungan dalam satu kali sambaran. Tubuhnya tinggi besar, dengan otot dan power natural. Meski kecepatannya belum selevel Tyson Fury atau Usyk, ia memiliki waktu untuk berkembang.
Dubois juga terkenal rajin berlatih fisik dan sparring keras. Ia sering berlatih bersama saudaranya, Caroline Dubois, yang juga seorang petinju profesional wanita Inggris berbakat. Kehidupan pribadinya sangat sederhana, fokus pada tinju dan keluarga, jauh dari kontroversi yang sering mengiringi petinju muda berpotensi besar.
Masa Depan Daniel Dubois
Dengan rekor profesional sekitar 20 kemenangan (19 KO) dan 2 kekalahan hingga pertengahan 2024, Dubois masih menjadi kandidat penantang gelar utama dalam waktu dekat. Target realistisnya adalah melawan pemenang pertarungan unifikasi Tyson Fury vs Oleksandr Usyk atau menghadapi Anthony Joshua untuk pertarungan sesama petinju Inggris.
Promotor Frank Warren menegaskan bahwa Dubois adalah masa depan tinju kelas berat Inggris. Banyak yang menunggu pertarungan ulangnya melawan Joe Joyce, atau tantangan melawan petinju top seperti Deontay Wilder yang akan menjadi ujian mental dan fisik sesungguhnya.
Daniel Dubois adalah potret petinju muda dengan power mentah yang siap diasah menjadi juara sejati. Kekuatan pukulannya tidak diragukan, keberaniannya menghadapi petinju kelas dunia di usia muda menjadi bukti ambisi dan mental juaranya. Meski pernah kalah, Dubois menunjukkan bahwa seorang petinju hebat tidak diukur dari seberapa sering ia menang, melainkan bagaimana ia bangkit setiap kali jatuh.
Bagi para penggemar tinju, Daniel Dubois adalah harapan baru Inggris untuk melanjutkan dominasi di kelas berat, setelah era Anthony Joshua dan Tyson Fury. Dengan latihan konsisten dan pengalaman yang terus bertambah, tak menutup kemungkinan ia akan segera menjadi nama besar dalam daftar juara dunia kelas berat sepanjang masa.
