Pada malam 19 Juli 2025, Oleksandr Usyk (38 tahun) kembali menegaskan dominasinya di divisi kelas berat dengan kemenangan KO atas Daniel Dubois (27 tahun) di ronde ke‑5, merebut kembali sabuk IBF yang sebelumnya dilepas dan mempertahankan sabuk WBC, WBA (Super), dan WBO. Usyk kini resmi menjadi juara dunia kelas berat tak terbantahkan untuk kedua kalinya dalam kariernya.
Latar Belakang Pertandingan
Rematch ini disepakati setelah kemenangan Usyk atas Dubois pada Agustus 2023. Wakil IBF dan WBO memberikan dispensasi agar pertarungan ini menjadi unifikasi semua sabuk. Pertarungan diselenggarakan di Wembley Stadium pada 19 Juli 2025 dengan penonton sekitar 90.000 orang.
Dubois datang sebagai pemegang sabuk IBF dan berat ringnya mencapai 243,8 lb—sekitar 10 lb lebih berat dibanding sebelumnya—sementara Usyk mencapai rekor karier tertinggi 227,3 lb. Namun, momentum kali ini sepenuhnya milik Usyk.
Jalannya Pertandingan
-
Ronde 1–2: Usyk menunjukkan mobilitas luar biasa dan footwork yang membuat Dubois kesulitan melancarkan serangan efektif. Dari ronde 1, ia mulai mencuri poin dengan jab dan kombinasi akurat, terus memimpin di ronde kedua dengan serangan balik yang bersih.
-
Ronde 3: Dubois sedikit bangkit dengan beberapa pukulan keras, menghasilkan skor ronde kecil menurut sejumlah penilaian ronde, namun kebanyakan pengamat tetap memfavor Usyk sebagai pemenang ronde tersebut.
-
Ronde 4: Dubois mendapat tekanan lebih berat, sementara Usyk kembali menampilkan segudang keunggulan teknis. Skor salah satu kartu unofficial menunjukkan kemenangan Usyk dengan margin tipis 10‑9.
-
Ronde 5 – KO: Usyk mendaratkan pukulan hook kanan ke pelipis Dubois yang menjatuhkannya pertama kali. Setelah Dubois bangkit, Usyk mengejutkan dengan hook kiri yang sangat akurat—pukulan yang ia juluki “Ivan”—dan mengirim Dubois kembali ke kanvas, memaksa wasit menghentikan pertarungan.
Statistik Tinju dan Scorecards
CompuBox mencatat bahwa Usyk melesat: melempar 153 pukulan (“landed” 57, akurasi 37,3%), sedangkan Dubois hanya meleset lebih banyak (“landed” 35 dari 179, akurasi 19,6%). Dari power punch, Usyk mendarat 36 dari 78 (46,2%), Dubois 24 dari 75 (32%).
Sebelum KO, skor juri berikut sangat dominan:
-
TalkSport melaporkan skor juri: 40‑36, 39‑37, 39‑37 mendukung Usyk.
-
Sedangkan laporan Bleacher Report menunjukkan skor: 99‑91, 98‑92, dan 99‑92—juga sepihak menuju kemenangan Usyk.
Momentum Usyk dan Warisan Legendaris
Kemenangan ini menegaskan Usyk sebagai juara dunia kelas berat tak terbantahkan sebanyak dua kali, dan menjadi pria ketiga dalam sejarah tinju yang meraih status tersebut di dua kelas berbeda (cruiserweight serta heavyweight).
Usyk sekarang memiliki rekor profesional tak terkalahkan 24-0, dengan 15 kemenangan KO.
Usyk pun terharu setelah pertarungan, menitikkan air mata di atas ring dan mendedikasikan kemenangan tersebut bagi rakyat Ukraina di tengah konflik negeri asuhannya. Ia menyatakan ingin beristirahat dulu selama beberapa bulan dan menyebut calon lawan seperti Tyson Fury, Anthony Joshua, Derek Chisora, dan Joseph Parker sebagai opsi berikutnya, meskipun masih belum pasti siapa yang akan ia hadapi.
Reaksi Publik dan Dampak Terhadap Dubois
Komentator John Rawling menyebut pertarungan ini sebagai mismatch—Dubois sepenuhnya dikelabui secara teknis dan taktik oleh Usyk. Sekali lagi, Dubois gagal menunjukkan kemajuan signifikan sejak kekalahan pertama pada 2023.
Sebelum pertarungan, Dubois sempat menuai kontroversi karena menghadiri pesta dengan 70 tamu tak dikenal hanya 90 menit sebelum ring walk, memicu kekacauan logistik. Beberapa analis menilai gaya persiapan yang kacau ini mungkin berkontribusi pada performa buruknya saat tanding.
Pandangan ke Depan
WBO sudah secara resmi menugaskan Joseph Parker sebagai lawan mandatory berikutnya dalam 30 hari, atau akan dilanjutkan lelang hak siar minimal USD 1 juta jika tak ada kesepakatan. Jika Usyk melewati Parker, pilihan spektakuler seperti Tyson Fury atau Anthony Joshua tetap terbuka untuk pertarungan komersial besar selanjutnya.
Bagi banyak penggemar dan pengamat—termasuk mantan juara heavyweight Lennox Lewis dan Tony Bellew—kemenangan ini semakin memperkuat posisi Usyk sebagai salah satu heavyweight terbaik sepanjang masa. Mereka berpendapat hanya Fury atau Joshua mungkin mampu menantangnya secara legit secara teknis, meskipun keduanya sudah dua kali kalah dari Usyk.
Oleksandr Usyk sekali lagi menunjukkan dominasinya: dengan strategi pintar, footwork mulus, dan power punch mematikan, ia mengawal pertarungan sepenuhnya hingga KO di ronde ke‑5. Kemenangan ini bukan hanya soal meraih kembali sabuk IBF dan menegaskan gelar undisputed—melainkan membuktikan bahwa di usia 38, Usyk masih berada di puncak generasi heavyweight modern.
Sementara itu, Daniel Dubois harus mengevaluasi kariernya setelah kembali gagal mengalahkan Usyk—dengan persiapan yang dianggap kurang matang serta gaya pendekatan taktik yang tidak berkembang secara signifikan.
Usyk menyebut bakal istirahat dulu, namun dunia tinju sudah tak sabar menanti pertarungan berikutnya—apakah itu melawan Parker sebagai mandatory, atau laga besar melawan Fury, Joshua, maupun Chisora.
