Mulai meninju sejak usia 7 tahun di Oakland, lalu pindah ke Las Vegas pada usia 14 untuk mendalami pelatihan serius . Karena aturan usia di AS, Haney dan ayahnya sempat bertanding di Tijuana, Meksiko, pada 2015 saat dia berusia 16 tahun. Debut profesionalnya dilakukan pada 18 Desember 2015, usianya 17 tahun, mencetak kemenangan KO pertama dalam karier.
Rekam Jejak Profesional
Rekor: 33 pertarungan – 32 menang (15 KO), 0 kalah, 1 NC (No Contest)
KO rate sekitar 45–47%.
Pertarungan penting:
-
WBC International/Intercontinental vs. Xolisani Ndongeni (Jan 2019) – menang UD.
-
Alfredo Santiago (Nov 2019) – Pertahanan gelar WBC, menang UD.
-
Yuriorkis Gamboa (Nov 2020) – menambah pengalaman kelas berat, menang UD.
-
Jorge Linares (Mei 2021) – pertarungan kelas dunia, menang UD.
-
Joseph Diaz (Des 2021) – mempertahankan sabuk WBC, menang UD .
-
George Kambosos Jr (2x, Jun & Okt 2022) – menyatukan semua gelar Lightweight (undisputed) lewat dua pertandingan dominan di Melbourne, menang UD.
-
Vasiliy Lomachenko (Mei 2023) – pertarungan puncak kariernya di Las Vegas, menang UD, mempertahankan gelar Light (WBA, IBF, WBC, WBO) .
-
Regis Prograis (Des 2023) – debut di kelas Super Lightweight, menang UD, merebut sabuk WBC 140 lbs.
-
Ryan Garcia (Apr 2024) – awalnya dianggap kalah melalui majority decision, tetapi kemudian diklasifikasikan sebagai no contest karena Garcia gagal tes narkoba (fasted positif ostarine dan ditangguhkan). Haney turun karena 3 kali terjatuh, tapi gelar tak jadi pindah.
-
Jose Carlos Ramirez (Mei 2025) – pindah ke kelas Welterweight, menang UD di Times Square, New York.
Gaya Bertarung & Strategi
Ciri khas Haney adalah kecepatan kaki, teknik defensif yang solid, kombinasi jab cepat, dan kontrol jarak. Dijuluki “runner” karena gaya bertahan dengan banyak bergerak, namun juga bisa agresif saat dibutuhkan. Dilabeli sebagai fighter yang sangat “business savvy” karena mengelola karier dan promosi sendiri, tak bergantung penuh pada promotor besar.
Kenaikan kelas berat menunjukkan ambisinya meraih gelar di tiga kelas, dan sejak naik berat ia merasa lebih sehat, tak perlu mengorbankan tubuhnya saat potong berat. Ia juga memanfaatkan pelatihan tinggi di Big Bear, California, selama jeda, sambil sambil menata kehidupan lain: jadi ayah setelah kelahiran putri perdananya, Khrome Iman, Januari 2025.
Lawan-Lawan Ternama Yang Pernah dihadapi
-
George Kambosos Jr
-
Dua pertarungan di Melbourne (Jun & Okt 2022), kedua-duanya berakhir dengan kemenangan UD bagi Haney, menyatukan gelar ringan.
-
Menang dominan, bahkan meski mengalami luka di wajah, ia tetap unggul jauh .
-
-
Vasiliy Lomachenko
-
Mei 2023, Haney kembali membuktikan kelasnya lewat UD atas Loma di Las Vegas .
-
Mendapat pujian atas pengaturan ring dan dominasi teknik.
-
-
Regis Prograis
-
Desember 2023, debut di 140 lbs. Menang jelas skor 120–107 dan mencetak knockdown pertama Prograis di ronde 3.
-
Menegaskan dirinya sebagai juara dua kelas berat, dan masuk daftar target WBC selanjutnya (Sandor Martin disebut sebagai mandatory selanjutnya).
-
-
Ryan Garcia
-
April 2024 menjadi pertarungan bersejarah: Haney dijatuhkan 3 kali, dinyatakan kalah, tapi hasil dibatalkan jadi no contest setelah Garcia gagal tes doping .
-
Rival amatir dari masa muda—pertemuan di amatir menang 3–3—menjadikannya duel penuh rivalitas .
-
Garcia sempat menyatakan ingin rivarmejkan, namun Haney fokus maju ke Ramirez dulu.
-
-
-
Kelas welterweight, Mei 2025. Menang UD di Times Square, New York, debut di kelas baru.
-
Menyatakan ia kini lebih sehat, tak stres potong berat, dan jiwa ayah menambah motivasinya.
-
Ambisi dan Prospek Mendatang
-
Haney sekarang telah capai title di tiga kelas (110, 140, 147 lbs) dan berencana maju lebih tinggi lagi—namun cari duel-pertarungan besar seperti lawan seperti Gervonta Davis atau rematch Garcia di jadwal berikutnya .
-
Setelah potong berat membebani, Haney merasa lebih nyaman di kelas welter, dan selalu pantau pilihan seperti Sandor Martin, Richardson Hitchins, atau Teófimo López.
-
Manajer Bill Haney mentegaskan gaya “no-runner” akan muncul saat tampil di Riyadh Season, menunjukkan bahwa gaya bertarungnya bisa berubah jadi lebih agresif di masa depan.
Devin Haney, sejak remaja karismatik, tumbuh jadi fenomena tinju dengan pendekatan:
-
Teknis – Kecepatan, jab, penguasaan ring.
-
Taktis – Tak memburu KO; lebih mengontrol dan mengalahkan poin.
-
Bisnis – Mengelola karier sendiri, punya visi jangka panjang.
-
Pribadi – Menjadi ayah, sehat secara fisik dan mental, beralih ke kelas yang lebih sesuai tubuhnya.
Lawan-lawan seperti Kambosos, Loma, Prograis, dan Garcia membentuk jejak kariernya sebagai salah satu contester elit tinju masa kini. Kini, dengan langkah ke welterweight, Haney siap melanjutkan perjalanan mengejar duel mega-fight yang tersisa—apakah melawan Davis, Hitchins, Lopez, atau rematch Garcia.
